ini
sebenarnya dahulu berjalan satu Kelompok namun pada suatu saat terjadi
konflik yang membuat satu Kelompok tersebut menjadi sebuah permainan
saling menjatuhkan karena segumpal kertas berlambangkan Tokoh - tokoh
Pahlawan, hanya bagi Seseorang yang merasa tidak memiliki keberanian
untuk melawan itu semua dengan otot, Seseorang tersebut cuman yakin
dengan kemampuan yang dimilikinya akan bisa membawa Manusia kepada suatu
keadaan Realita yang terjadi, Paradigma Manusia yang telah dipengaruhi
oleh segumpal kertas yang berlambangkan Tokoh - tokoh pahlawan tetap
menjalankan sistem yang tidak benar itu, Seseorang terus berusaha dan
berdoa untuk diberikan perlindungan dalam segala yang terjadi.
pada akhirnya semua ketakutan itu terjadi juga kepada kami yang mengaku Sekelompok kecil yang memiliki ikatan solidaritas Pertemanan, kalau dibandingkan dengan wujud hasil yang kami dapatkan tidak sebanding dengan resiko yang kami hadapi tidak salah lagi akan mengancam masa depan dari Sekolompok kecil khususnya masing- masing Individu didalamnya. kebingungan, kepanikan serta ketakutan itu menjadi teroris jiwa kami. pusingnya kepala melebihi rasa sakit seperti biasa hal normalnya Orang yang merasakan sakit kepala. Seandainya waktu bisa diputar kembali ke masa lalu apapun caranya tetap bakalan kami lakukan namun itu hanyalah sebuah Ekspetasi bagi Orang - orang mudah jatuh kedalam lubang yang kosong. Tetapi kami percaya bahwa dengan sedikit niat baik kami akan banyak menimbulkan masalah - masalah yang tidak kami pikirkan sebelumnya namun berdasarkan logika yang dimiliki dimana ada terdapat sebuah masalah pasti disitu juga terdapat yang dinamakan solusi. Perbedaan persepsi terhadap hal tersebut selalu terjadi disekolompok kecil ini. Mungkin hanya sebuah Gagasan yang bisa menyatukan masing - masing Individu.
Ada satu hal yang hampir kami lupakan kalau Orang - orang seperti kami memang ditakdirkan bersama menghadapi kerasnya perjalanan hidup tanpa ada kata tidak mampu, lelah, capek pikiran,mengeluh itu biasa hanya bedanya keluhan kami tidak membuat kami berdiam diri melihat indahnya jalan masalah yang ada didepan mata -- mencoba untuk tutup matapun tidak berguna malah perasaan cemas terus menghantui Jiwa - jiwa kami. Dan kami sadar tindakan ini akan membawa kami keluar dari zona nyamannya kehidupan tersebut. Kembali lagi dengan namanya proses itu seru dan asyik serta banyak manfaat atau hikmah tersembunyi didalamnya yang biasanya kami katakan ini adalah sebuah Pengalaman dimana moment ini tidak bakal kami temukan setiap hari.
Tanpa disadari keyakinan dalam Jiwa yang kami miliki ternyata itu bisa membuat kami kuat mengikuti proses kehidupan waktu demi waktu terus berjalan serta perasaan cemas masih terbayang menghantui Jiwa kami. Sehingga pertanyaan kami lontarkan kesekolompok kecil "apakah ini yang dinamakan dinamika kehidupan yang berakhir menjadi sebuah Realita" aneh jawaban pun belum ditemukan dari pertanyaan tersebut. Usaha terus kami lakukan bersama solusi pada saat itu dan sambil bersembunyi mungkin jalan keluar dari sebuah proses ternyata malah Jiwa - jiwa ini semakin terpuruk sampai hasrat nafsu makan dan aktivitas sehari - hari tidak tenang kami lakukan. Akhirnya waktu adalah suatu titik dimana orang - orang terpuruk seperti kami berada didalamnya waktu juga tanpa disadari yang menyuruh Jiwa ini dipertajam bagaikan pisau lapangan sebagai senjata untuk kita bertahan didalam dunia kehidupan.
Inilah Ending yang dilahirkan dari sekolompok kecil khususnya masing - masing Individu tersebut. Kami sadar bahwa terkait tindakan yang terjadi hanyalah Skenario pada dasarnya telah datur oleh kehidupan dan Jiwa ini adalah aktor dari Skenario tersebut, karena Manusia hidup di zaman sandiwara adakalanya Manusia tersebut menjadi Sutradara, aktor, ataupun penonton tinggal kesiapan mental yang menyeleksi peran apa yang pantas disandiwarakan. Bukan hanya itu yang kami dapatkan, rasa persaudaraan itu juga penting serta semakin keras proses itu berjalan maka semakin indah hasil yang kita capai. Nah Jawaban dari pertanyaan paragraf kelima bewarna kuning" kami katakan inilah dinamika kehidupan bagaikan air riam yang mengalir dari hulu menuju hilir yang tiada hentinya" Namun pelajaran terpenting bahwa Uang bukanlah segalanya dan tidak seterusnya Uang itu menjadi hal prioritas dalam sebuah kehidupan kalau kita tidak memaknai bagaimana kerhamonisasian kehidupan itu.
Tulisan ini berawal dari pria ketidakjelasan bukan benar atau salahnya yang dicari pria ketidakjelasan ini, hanya mencoba membuat sebuah cerita berdasarkan Gagasan dimilikinya. Hingga pada suatu saat pria ketidakjelasan tersebut bisa bercerita dan menjadi inspirasi bagi dirinya sendiri, Ekspetasi - Ekspetasi yang tersimpan dalam sebuah Jiwa ini kadang menjadi sebuah komedi konyol, aneh bisa juga dikatakan tidak masuk akal akan menimbulkan percandaan dan tertawa terpingkal - pingkal karena cerita tersebut. ucapan terima kasih dan rasa bersyukur tetap tidak dilupakan pria ketidakjelasan tersebut ~
pada akhirnya semua ketakutan itu terjadi juga kepada kami yang mengaku Sekelompok kecil yang memiliki ikatan solidaritas Pertemanan, kalau dibandingkan dengan wujud hasil yang kami dapatkan tidak sebanding dengan resiko yang kami hadapi tidak salah lagi akan mengancam masa depan dari Sekolompok kecil khususnya masing- masing Individu didalamnya. kebingungan, kepanikan serta ketakutan itu menjadi teroris jiwa kami. pusingnya kepala melebihi rasa sakit seperti biasa hal normalnya Orang yang merasakan sakit kepala. Seandainya waktu bisa diputar kembali ke masa lalu apapun caranya tetap bakalan kami lakukan namun itu hanyalah sebuah Ekspetasi bagi Orang - orang mudah jatuh kedalam lubang yang kosong. Tetapi kami percaya bahwa dengan sedikit niat baik kami akan banyak menimbulkan masalah - masalah yang tidak kami pikirkan sebelumnya namun berdasarkan logika yang dimiliki dimana ada terdapat sebuah masalah pasti disitu juga terdapat yang dinamakan solusi. Perbedaan persepsi terhadap hal tersebut selalu terjadi disekolompok kecil ini. Mungkin hanya sebuah Gagasan yang bisa menyatukan masing - masing Individu.
Ada satu hal yang hampir kami lupakan kalau Orang - orang seperti kami memang ditakdirkan bersama menghadapi kerasnya perjalanan hidup tanpa ada kata tidak mampu, lelah, capek pikiran,mengeluh itu biasa hanya bedanya keluhan kami tidak membuat kami berdiam diri melihat indahnya jalan masalah yang ada didepan mata -- mencoba untuk tutup matapun tidak berguna malah perasaan cemas terus menghantui Jiwa - jiwa kami. Dan kami sadar tindakan ini akan membawa kami keluar dari zona nyamannya kehidupan tersebut. Kembali lagi dengan namanya proses itu seru dan asyik serta banyak manfaat atau hikmah tersembunyi didalamnya yang biasanya kami katakan ini adalah sebuah Pengalaman dimana moment ini tidak bakal kami temukan setiap hari.
Tanpa disadari keyakinan dalam Jiwa yang kami miliki ternyata itu bisa membuat kami kuat mengikuti proses kehidupan waktu demi waktu terus berjalan serta perasaan cemas masih terbayang menghantui Jiwa kami. Sehingga pertanyaan kami lontarkan kesekolompok kecil "apakah ini yang dinamakan dinamika kehidupan yang berakhir menjadi sebuah Realita" aneh jawaban pun belum ditemukan dari pertanyaan tersebut. Usaha terus kami lakukan bersama solusi pada saat itu dan sambil bersembunyi mungkin jalan keluar dari sebuah proses ternyata malah Jiwa - jiwa ini semakin terpuruk sampai hasrat nafsu makan dan aktivitas sehari - hari tidak tenang kami lakukan. Akhirnya waktu adalah suatu titik dimana orang - orang terpuruk seperti kami berada didalamnya waktu juga tanpa disadari yang menyuruh Jiwa ini dipertajam bagaikan pisau lapangan sebagai senjata untuk kita bertahan didalam dunia kehidupan.
Inilah Ending yang dilahirkan dari sekolompok kecil khususnya masing - masing Individu tersebut. Kami sadar bahwa terkait tindakan yang terjadi hanyalah Skenario pada dasarnya telah datur oleh kehidupan dan Jiwa ini adalah aktor dari Skenario tersebut, karena Manusia hidup di zaman sandiwara adakalanya Manusia tersebut menjadi Sutradara, aktor, ataupun penonton tinggal kesiapan mental yang menyeleksi peran apa yang pantas disandiwarakan. Bukan hanya itu yang kami dapatkan, rasa persaudaraan itu juga penting serta semakin keras proses itu berjalan maka semakin indah hasil yang kita capai. Nah Jawaban dari pertanyaan paragraf kelima bewarna kuning" kami katakan inilah dinamika kehidupan bagaikan air riam yang mengalir dari hulu menuju hilir yang tiada hentinya" Namun pelajaran terpenting bahwa Uang bukanlah segalanya dan tidak seterusnya Uang itu menjadi hal prioritas dalam sebuah kehidupan kalau kita tidak memaknai bagaimana kerhamonisasian kehidupan itu.
Tulisan ini berawal dari pria ketidakjelasan bukan benar atau salahnya yang dicari pria ketidakjelasan ini, hanya mencoba membuat sebuah cerita berdasarkan Gagasan dimilikinya. Hingga pada suatu saat pria ketidakjelasan tersebut bisa bercerita dan menjadi inspirasi bagi dirinya sendiri, Ekspetasi - Ekspetasi yang tersimpan dalam sebuah Jiwa ini kadang menjadi sebuah komedi konyol, aneh bisa juga dikatakan tidak masuk akal akan menimbulkan percandaan dan tertawa terpingkal - pingkal karena cerita tersebut. ucapan terima kasih dan rasa bersyukur tetap tidak dilupakan pria ketidakjelasan tersebut ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar